Halloween party ideas 2015



Sudah lama nih nggak mengupdate isi blog.... berhubung menjelang akhir Juni sampai pertengahan Juli kemarin masih banyak travelling dan sibuk mengurus hal-hal lain, termasuk mengerjakan orderan kue dari ortu nih ^_^

Kali ini aku mau sharing resep puding, tepatnya puding coklat. Puding yang satu ini rasa coklatnya bener-bener mak nyusssss deh..... ya gimana nggak nyoklat banget, coklatnya triple, dari susu UHT coklat, coklat bubuk, dan masih memakai DCC.... pokoknya uenaaaak deh..... cocok banget untuk dessert, atau untuk dimakan di sore yang panas ^_^
 
Sejauh ini, puding coklat ini yang rasanya paling nyoklat sepanjang aku pernah makan puding hehehe.... Terima kasih untuk mom Elly yang sudah sharing resepnya ya.....
 
Ini dia resepnya:

PUDING COKLAT
by: Elly Zein
Bahan Puding :
1750 ml susu coklat cair
150 gr gula pasir
50 gr coklat bubuk
2 bungkus agar-agar powder coklat --> aku pakai yang plain saja
250 gr DCC potong-potong kecil / serut

Bahan Vla : (sebaiknya 2 resep)
250 ml susu coklat cair
50 gr gula pasir
2 SM coklat bubuk
1 SM maizena cairkan dengan sedikit air
1 SM Rhum (jika suka)
Cara Membuat :
Puding :

- Campur susu cair dengan gula, coklat bubuk dan agar-agar powder. Masak di atas api sedang sambi diaduk. Kalau sudah hangat masukkan DCC yang sudah dipotong-potong kecil. Aduk kembali hingga adonan matang (mendidih) dan berwarna coklat mengkilat.
- Angkat adonan dari atas kompor. Aduk hingga uap panasnya hilang. kemudian masukkan ke cetakan yang sudah diciprati air sebelumnya.
- Dinginkan dalam lemari es. Siap dihidangkan dengan Vla coklat.

Vla :
- Campur susu cair, gula pasir dan bubuk coklat. Masak di atas kompor dengan api kecil hingga mendidih.
- Tambahkan meizena yang sudah dicairkan dengan air sedikit-sedikit hingga mengental.
- Angkat dari atas kompor sambil terus diaduk hingga uap panasnya hilang.
- Bubuhkan Rhum. Dinginkan.
Tidak sulit kan membuatnya? Jadi yuk dicoba deh......^_^
Kalau penggemar coklat, dijamin ketagihan deh......

Cooling grid, atau kawat pendingin ini sangat bermanfaat agar kue menjadi cepat dingin, karena udara mengalir baik di atas maupun di bawah kue. Kalau cake yang sudah matang diletakkan di atas nampan atau talenan misalnya, maka bagian atasnya cepat dingin, tapi bagian bawahnya masih panas.

Tetapi harus berhati-hati menggunakan cooling grid ini jika dipakai untuk cake yang tidak diberi topping apa-apa lagi, karena guratan kotak-kotak akan tampak di permukaan kuenya. Karena itu lebih baik pada saat mengeluarkan dari loyang, gunakan talenan atau loyang dulu, baru dibalik lagi ke cooling grid ini.

Aku memiliki 4 buah cooling grid, yang 2 buah sama seperti gambar di atas, berukuran diameter 30cm, yang satu bundar juga berukuran diameter 20cm, dan yang satu lagi bujur sangkar dengan sisi 40cm.

Bisa dipertimbangkan sebagai peralatan baking yang kalau bisa sih dimiliki hehehe.... ^_^

Donat... pada umumnya donat disukai banyak orang ya... tapi kali ini aku bukan mau membahas resep donat, karena sudah ada di sini.....
Kali ini yang mau kubahas adalah cetakan donat. Dulu, aku masih belum terbiasa dan kesulitan membuat donat. Jadi sebisa mungkin donat dicetak menggunakan cetakan-cetakan semacam ini:

Jadi setelah adonan donat kalis elastis, digilas, lalu dipotong-potong dengan cetakan ini. Hanya saja nantinya pada waktu mengembang, lubangnya kadang justru jadi mengecil. Dan lebih sering bentuk akhirnya setelah digoreng malah jadi tak keruan hahahaha.... mungkin memang dasarnya nggak ahli kali ya....

Akhirnya aku mencoba dengan cara yang lebih tradisional. Adonan donat yang sudah kalis elastis, dibulatkan sebesar 45-50 gram, dibentuk bulat persis seperti membuat roti manis.
Setelah waktu proofing dan akan digoreng, donat baru dilubangi. Ternyata hasilnya justru jauh lebih bagus dan tampak menul-menul.

Alat pelubangnya aku buat dari pipa paralon 1 dim (diameter 1 inch), panjangnya sekitar 20cm kurang. Nah bagian ujungnya, aku amplas sampai menjadi agak runcing dan halus.
Jadinya seperti ini:
Jadi sambil memanaskan minyak di wajan, donat dilubangi dengan alat ini. Sisa bulatannya dikumpulkan saja menjadi satu.
Lalu langsung digoreng dengan sumpit sambil diputar-putar . Kalau bisa dibalik satu kali saja. Api agak kecil, kalau terlalu besar donatnya akan cepat gosong. Minyaknya pun jangan sampai panas sekali.

Nah jadinya seperti ini nih:

 
Cantik juga kan hasilnya?
Kemudian bulatan-bulatan hasil dari melubangi donat tadi juga digoreng bersamaan, setelah matang bisa langsung dimakan atau dibuat menjadi sate donat ^_^
Dimakan hangat-hangat? Hmmmmmmmm....... enak sekali.........
Mudah-mudahan membuat donat jadi lebih menyenangkan yaaaa..... ^_^

Cookies spatula, begitulah namanya. Aku sebut saja sendok kue kering, karena fungsinya untuk mengangkat kue kering dari loyang.

Sebisa mungkin kue kering yang sudah matang dan dingin dimasukkan toples dan ditutup rapat sesegera mungkin untuk mencegahnya melempem. Biasanya aku menggunakan spatula yang kecil (yang sebelah atas). Karena kecil, jadi mudah untuk mengambil kue kering sekaligus menatanya di toples.

Sedangkan yang besar, aku baru punya akhir tahun 2010 lalu, dan aku gunakan untuk "menyeset" lidah kucing agar terlepas dari loyangnya. Selain itu bisa juga untuk mengambil roti yang selesai dipanggang, sekaligus membersihkan kotoran/remahan kue yang menempel di loyang.

Keduanya rutin aku gunakan sampai sekarang karena sangat bermanfaat dan mempermudah baik mengangkat kue kering maupun roti dari loyangnya.... ^_^

 
Spuit, kalau di Banyuwangi orang biasanya menyebut "sêpét" dengan e pertama seperti pada kedelai, dan e kedua seperti pada sate.
Awalnya aku memiliki beberapa macam "spuit pasar", alias spuit yang harganya seribuan hehehe... Lalu setelah kenal milis NCC baru tahu ada spuit yang sesuai standar internasional, seperti Wilton dan Tan Se Fong.

Hmmm lagi-lagi di Banyuwangi nggak ada deh, barang-barang seperti itu... Terus ada teman yang memberi tahu di daerah Rogojampi (Banyuwangi Selatan) ada yang jual spuit Korea yang bagus. Aku bela-belain datang ke sana, dan memang ternyata ada, tapi bukan merk Wilton. Bisa dibilang nggak ada merknya hehehe.... tapi bahannya lain dari spuit pasar, jauh lebih bagus dan harganya pun cukup mahal. Harga per buahnya antara 10.000 yang ukuran standar sampai 15.000 untuk yang agak besar-besar.

Setelah mencoba spuit ini, memang ternyata hasilnya berbeda dengan spuit pasar. Lebih halus dan detailnya terlihat dengan jelas. Pun lebih mudah dibersihkan.
Tapi tetap saja, niat ingin memiliki satu set spuit Wilton belum mereda.... akhirnya aku cari-cari di Surabaya, nemu di Tbk Sinar Yong. Aku order via telepon bersama bahan-bahan dan alat-alat lain.

Dan beginilah penampakan 1 set spuit Wilton yang lengkap:
Yang spuit Korea tetap aku pakai dan aku jadikan satu juga di dalam kotak Wilton ini hehehe.... dan sudah ada beberapa tambahan spuit yang ukuran besar, aku jadikan satu semua deh di dalam kotak ini, supaya tidak berceceran dan tidak mudah hilang.

Overall, aku puas dengan koleksi spuit yang aku miliki ini. Walaupun  masih ada 1-2 spuit Wilton yang aku "buru" tapi belum dapat juga hehehehe....
Mudah-mudahan suatu saat nanti bisa lengkap semua koleksinya.... ^_^

Berikut ini adalah beberapa cetakan kue kering yang aku miliki.

Cetakan-cetakan di atas adalah cetakan kue kering yang pertama kali aku miliki. Belakangan sudah jarang sekali dipakai hehehe.... terutama dua yang kiri, karena ada bagian-bagian detilnya yang kecil, jadi mudah patah, karena pada umumnya kue kering yang aku buat berjenis renyah dan mudah hancur.

 
Yang di atas ini juga sudah jadul banget belinya, masih ada beberapa yang sering aku gunakan. Yang tidak aku gunakan bukan karena bentuknya kurang bagus, tetapi karena bentuknya jika ditata di toples jadi kurang beraturan. Mungkin lebih cocok untuk cookies hias ya... tapi aku belum pernah membuat cookies hias sih... mungkin kapan-kapan deh ^_^

Cetakan kue kering di atas sebetulnya ada 2 set, masing-masing berisi 5 bentuk. Ini juga sudah lama sekali aku miliki. Namun hanya beberapa yang masih sering aku gunakan. Dari segi penampilan dan bentuknya, semua cantik-cantik, tetapi ada beberapa bentuk, kalau dilepas malah lengket atau mudah patah karena terlalu banyak detail.
Contoh hasil kuenya seperti ini nih:
Cantik kan hasilnya?

Nah, kalau cetakan-cetakan di atas ini termasuk yang terbaru yang aku miliki. Aku senang karena sekali menyetak bisa banyak sekaligus hehehe.... sangat efisien waktu dan tenaga.
Yang paling kiri biasanya untuk kue putri salju (tapi jarang bikin), yang bentuk hati mulai jarang aku gunakan. Yang bentuk oval, aku gunakan untuk peanut butter cookies, dan yang paling kanan untuk kaastengels.
Contoh hasilnya seperti ini nih...

Sebetulnya masih ada beberapa cetakan lagi yang paling akhir aku beli, cuma belum sempat difoto lagi hehehe.... dan kalau ke toko yang jual cetakan-cetakan seperti ini biasanya mudah "lapar mata" kalau melihat yang bentuknya unik dan menarik.
Hmmm biasalah ibu-ibu hehehehe.....

Mudah-mudahan sharingku tentang cetakan kue kering ini berguna ya..... ^_^


Sudah lama aku mencari penggaris kue kering. Alat ini berguna agar kue kering yang dicetak sama tebalnya. Terkadang kalau tanpa penggaris ini, hasilnya bisa ketebalan atau ketipisan, seringnya yang tengah lebih tebal dan yang pinggir lebih tipis, jadi harus diulang lagi. Kerjanya jadi dobel deh.....
Pernah lihat suatu kali, harganya sekitar 35.000 kalau nggak salah. Itu pun di toko online, belum ongkos kirimnya sekitar 20 ribuan ke Banyuwangi.
Pikir punya pikir, akhirnya aku mencoba berimprovisasi dan membuat sendiri.
Aku membuat penggaris kue kering ini dari penggaris mika biasa yang dijual di toko-toko alat tulis. Jadi tentukan ketebalan kue kering yang kita mau, lalu penggaris-penggaris tadi ditumpuk. Supaya tidak mudah lepas atau kendor susunannya, pertama gabungkan dulu 2 buah penggaris, lalu isolasi di bagian pinggir-pinggir dan tengah. Lalu tambahkan satu lagi, diisolasi lagi, demikian seterusnya sampai mencapai ketebalan yang kita inginkan.
Tahap akhir, setelah diisolasi dengan erat, aku bungkus dengan cling wrap, plastik yang di supermarket biasanya digunakan untuk mengemas sayuran.
Jadilah satu buah penggaris kue kering murah meriah buatan sendiri. Tapi tentunya kita membutuhkan sepasang untuk di kanan dan di kiri, karena itu buat satu lagi dengan cara yang sama.

Untuk penggaris kue kering yang aku miliki ini, aku menggunakan 10 buah penggaris. Per buahnya 1.000 rupiah saja, jadi total hanya 10.000 saja harganya untuk sepasang ^_^
Tebalnya sekitar 6-7mm. Kalau ingin lebih tipis, tinggal dikurangi 1 buah penggaris. Atau setelah digilas adonannya, bisa digilas sedikit lagi tanpa penggaris ini sebagai pembatasnya. Yang penting kan di awalnya sudah rata, jadi nggak tebal tipis.
Nah untuk penggilasnya, nggak perlu juga beli rolling pin yang mahal-mahal. Aku mempunya satu buah rolling pin kayu dari jaman baheula, cuma ukurannya kan tidak terlalu panjang. Pada saat orderan kue kering mulai meningkat, harus mencari cara supaya menggilas bisa cepat dan banyak sekaligus.
Aku membeli alat untuk mengepel yang gagangnya terbuat dari aluminium (kalau ada stainless lebih baik). Waktu itu juga dapat murah meriah, harganya 11.000. Panjangnya sekitar 1,5 meter. Dengan bantuan suami tercinta, kepala pelnya dipotong, dan gagangnya dipotong jadi dua. Kedua jujungnya masing-masing diberi tutup dari karet. Jadilah 2 buah penggilas kue kering yang panjangnya sekitar 70cm.

Pada saat menggilas adonan kue kering, sebaiknya dilapisi dengan plastik atasnya, supaya adonan tidak menempel di alat penggilasnya, dan hasilnya juga lebih mulus, rapi dan bersih.

Alat-alat ini biarpun murah dan sangat sederhana, tapi sangat membantu apalagi kalau pas orderan kue kering agak banyak....

Semoga bisa menginspirasi teman-teman, terutama yang kesulitan mencari alat-alat semacam ini di daerahnya ^_^
Diberdayakan oleh Blogger.