Halloween party ideas 2015




Aku ingin begini, aku ingin begitu, ingin ini ingin itu banyak sekaliiii.............
Hayooo cuplikan lagu apa itu? Yak, betul sekali.... siapa yang tak kenal dengan Doraemon? .... ^_^

Sejak saya SMP film Doraemon sudah ada lho... sudah tua sekali ya umurnya Doraemon dan Nobita ini sebetulnya hahahaha..... Dulu stasiun TV belum banyak, hiburan anak juga minimalis..... kalau jaman saya kecil, yang ada hanya si Unyil dan kawan-kawannya.... lalu ada acara Ria Jenaka, sinetron Rumah Masa Depan, Kisah Serumpun Bambu.... semuanya di TVRI, lah adanya cuma TVRI. Teman-teman sekolah saya yang lebih beruntung masih bisa nonton channel-channel lain via parabola hehehe...





Kembali lagi ke Doraemon... di film Doraemon, seringkali disebut-sebut dorayaki, makanan favorit Doraemon. Kalau dulu ya tidak ada gambaran sama sekali, apa sih dorayaki itu?
Nah setelah menemukan resepnya baru tahu deh, dorayaki itu seperti apa... ^_^
Aslinya menggunakan selai kacang merah sebagai fillingnya, tapi sekarang sepertinya bisa diisi apa saja sesuai selera konsumennya.... contohnya, saya biasanya menggunakan selai coklat saja. Kalau diisi selai kacang merah malah sepertinya tidak ada yang mau makan tuh di rumah.....


Ada 2 versi dorayaki yang pernah saya buat, 3 sih sebetulnya.... tapi yang satunya kurang recommended bagi saya, jadi tidak saya share di sini ya....

Ini dia versi resep yang pertama:


DORAYAKI 
oleh Bogasari resep@bogasariflour.com
Modifikasi by: Irene Susianto




Bahan:
 3 butir telur ayam
120 gram gula pasir
80 gram air
150 gram terigu Kunci Biru
1/2 sendok teh soda kue
1/2 sendok teh vanille

50 gram margarin cair/minyak sayur (ini aslinya tidak ada, tapi kalau tidak memakai lemak jadi agak seret rasanya)

Cara Memasak : 
- Telur dan gula dikocok sampai mengembang.
- Masukkan air sedikit demi sedikit.
- Campur terigu, soda kue dan vanille, lalu masukkan ke dalam kocokan telur.

- Terakhir, masukkan margarin cair/minyak sayur, aduk rata.
- Panggang di cetakan kue lumpur sampai matang.
- Setelah matang ambil dua buah kue, tengahnya isi dengan coklat, selai strawberry sesuai selera.




Hasilnya enak, apalagi kalau dimakan hangat-hangat.... cocok untuk kudapan sore hari atau untuk bekal sekolah anak.... ^_^




Salah satu lauk favorit saya adalah oseng ati kentang. Kenapa? Karena saya penggemar kentang dan pecinta hati ayam hehehehe.... Pertama mengenal dan makan oseng ati kentang ini waktu saya sudah tinggal di Banyuwangi. Ketinggalan jaman ya.... waktu itu dibelikan nasi bungkus oleh suami tercinta, ada oseng ati kentangnya. Sejak saat itu saya langsung jatuh cinta (cieeeee.......) sama lauk yang satu ini.
Suami justru nggak doyan, karena beliau tidak suka makanan yang "masir" seperti kentang rebus, kuning telur (apalagi kuningnya telur asin yang masir banget), ati dan jeroan lainnya. Jadi kalau beli nasi bungkus di tempat tersebut, jatah oseng saya dobel hahahaha....

Tapi sudah lamaaaaaaa sekali terakhir beli nasi bungkus di sana. Nah, mengobati rasa kangen saya dengan oseng tersebut, saya coba belajar masak sendiri. Sekarang justru merasa kalau buatan sendiri ini jauh lebih enak daripada yang beli tersebut, karena perbandingan ati dan kentangnya bisa disesuaikan keinginan, juga rasanya bisa lebih disesuaikan dengan selera saya (super pedassss) ^_^




Seperti pada umumnya, kalau saya masak jarang sekali menggunakan takaran, tidak seperti membuat kue ya.... jadi modalnya cuma kira-kira hehehehe..... tapi akan saya coba membuat takaran supaya tidak membingungkan ya... kalau semua diberi keterangan "secukupnya", pastinya pada bingung, "cukup" itu seberapa??

Akan tetapi ini hanya takaran kira-kira, jadi monggo disesuaikan dengan selera masing-masing ya.... karena selera tiap orang berbeda-beda... ada yang suka kurang asin, ada yang suka agak manis, ada yang suka asiiin.... hehehehe....

Kurang lebih beginilah resepnya:

OSENG ATI KENTANG
By: Irene Susianto


 Bahan:
1 kg kentang
1 kg hati ayam (bisa pakai rempelanya kalau suka)
----> perbandingan antara kentang dan ati bisa suka-suka kok... tidak harus seperti di atas

400-500 ml santan sedang
4 lembar daun salam
beberapa iris laos

Bumbu:
2 sendok teh garam (sesuaikan dengan selera)
4 sendok teh gula pasir atau diganti dengan gula merah lebih nikmat (sesuaikan dengan selera)
1 sendok teh kaldu ayam bubuk, atau 1 sdm kaldu ayam yang berbentuk gel


Bumbu dihaluskan:
10 siung bawang merah
5 siung bawang putih
1 sdt jinten bubuk (bisa diabaikan jika tidak ada)
1 buah kemiri (bisa diabaikan jika tidak ada)
5 buah cabe merah besar - ini supaya warna merahnya bagus
cabe rawit secukupnya - kalau tidak suka pedas, tidak usah dipakai. Kalau saya, cabenya bisa 1/4 kg sendiri dan nggak pakai cabe merah besar hahahaha.....

Cara membuat:
- Kupas kentang, cuci bersih, potong-potong kurang lebih 1X1 cm. Setelah itu digoreng dengan minyak banyak sampai matang. Jangan sampai kering ya... nanti jadi keripik kentang hahahaha.....
- Sementara itu, didihkan air dalam panci, rebus hati ayam sampai matang. Setelah matang, potong-potong kecil, disesuaikan dengan ukuran kentangnya.

- Untuk bumbu yang dihaluskan, bisa diulek kalau berlebih tenaga, kalau saya langsung diblender saja jadi satu. Biasanya saya tambahkan sedikit air untuk memblendernya. Setelah halus, tuangkan ke wajan, masak sampai airnya menguap, baru masukkan minyak secukupnya. Tumis bumbu halus bersama daun salam dan laos sampai matang dan tanak (warnanya berubah dan baunya harum).
- Setelah itu, masukkan garam, gula, dan kaldu ayam (bubuk atau gel), aduk sebentar.
- Masukkan santan, aduk sebentar.
- Masukkan kentang dan hati ayam yang sudah matang tadi.
- Aduk sampai rata dan bumbu meresap. Jangan lupa tes rasa, apakah sudah pas. Kalau kurang asin tambahkan garam, kurang manis tambahkan gula. Aduk rata, siap dihidangkan ^_^



Hasilnya? Hmmmmm enak banget kalau menurut saya sih hehehehe.... kalau makan dengan oseng ini, maunya nambaaaah terus.... apalagi ditambah dengan sebutir telur asin atau telur dadar yang digoreng kering.... wow.... habis makan serasa tidak kuat berdiri.... hahahaha....

Sepintas tampaknya agak ribet ya membuatnya.... sebetulnya tidak juga kok... saya sendiri, untuk bumbu halus berupa bawang merah bawang putih biasanya sudah siap pakai. Cabe juga sudah saya sediakan yang sudah halus, jadi tinggal mencampur saja sih.... hehehe.... Akan saya bahas di lain topik saja di lain waktu ya....

Selamat makan dan semoga cocok dengan resep ini.... ^_^

Selingan sejenak di antara postingan resep-resep ya.... barangkali jenuh tiap kali baca resep melulu hehehehe....

Kali ini saya mau berbagi lagi alat yang biasa saya pakai untuk membuat snack, kebanyakan snack tradisional sih.... ada snack maker dan ada poffertjes maker.

Ini dia yang namanya snack maker:



Dan ini poffertjes maker:





Untuk snack maker, sudah pernah saya gunakan untuk membuat kue pukis, martabak mini (ini yang paling sering), dorayaki (ini nomor dua paling sering), kue cubit, hmmm apa lagi ya.... kue lumpur tidak ada yang suka di keluarga saya, jadi belum pernah membuatnya.... cuma itu saja sepertinya....

Untuk poffertjes maker, ironis karena belum pernah untuk membuat poffertjes hahahaha.... tapi sudah pernah untuk membuat pukis mini, kue rangin, kue cubit juga....

Kedua alat ini saya beli bulan Juni 2010, wah sudah lama ya... sudah tiga tahun lebih, tak terasa.... keduanya merk Signora. Waktu itu yang snack maker harganya Rp 458.000,- dan poffertjes maker Rp 358.000,-
Entah sekarang mungkin sudah agak lebih mahal ya.... tapi sekarang sudah banyak macamnya, tidak harus merk Signora juga banyak kok.... harganya juga bervariasi. Jadi kalau membutuhkan, sekarang sudah banyak pilihannya hehehe.....

Sekian ya sharing snack maker dan poffertjes maker-nya..... semoga bermanfaat ya.... ^_^



Ëclairs.... mendengar namanya.... keren amat yak..... hihihihihi.... dulunya nggak tahu éclairs itu jenis makanan apa, maklum ndeso...... Ceritanya, waktu itu salah satu manajer bakery ternama di kotaku ini sekaligus rekan yang cukup akrab dengan keluarga kami, memberikan beberapa buah kue sus yang bagian ujung-ujungnya dicelup DCC. Wah enak banget rasanya.... vla-nya rasa coklat, tapi tidak seperti vla pada umumnya.... entah apa, tapi pokoknya berbeda.


Karena penasaran, cari-cari deh apa sih nama kue sus itu.... ternyata namanya Ëclairs.... nah setelah itu cari-cari deh resepnya.... lama kemudian baru berani membuat, setelah mendapatkan resep vla yang sepertinya enak. Vla éclairs pun ternyata punya nama sendiri yang keren, yaitu Diplomat Cream. Teksturnya seperti vla, namun lebih halus, lembut, dan creamy.


Tak usah berpanjang lebar, langsung ini dia resepnya:

ÉCLAIRS 

By: HADI TUWENDI
Modifikasi by: Irene Susianto



Bahan Soes
120 gr tepung terigu protein rendah
110g r butter
240 gr air

180 gr telur
1/2 sdt toffieco vanilla
1 gr baking powder

Cara Membuat:

- Campurkan butter dan air, masak hingga mendidih. Matikan api dan masukkan tepung terigu. Setelah diaduk rata, masak di atas api kecil sampai matang. Kocok dengan mikser sampai hangat kuku.
- Masukkan bahan B, kocok hingga adonan licin dan mengkilap.
- Cetak/semprot sesuai selera.


 


 - Panggang dengan api sedang sampai matang, sampai adonan tidak berbusa lagi dan tampak kering bagian luarnya.



- Dinginkan kulit sus, lalu beri lubang di bagian sampingnya untuk memasukkan vla-nya.


Bahan Diplomat Cream

Bahan A:
135 gr gula castor
sedikit garam
350 gr susu cair UHT

Bahan B:

80 gr tepung maizena
1 sdm coklat bubuk
3 butir kuning telur
325 gr susu cair UHT

Bahan C:

125 gr whipped cream kocok
1 sdm rhum

Cara Membuat:

- Masak semua bahan A hingga mendidih. Aduk semua bahan B lalu campurkan ke A. Masak sampai mendidih dan kental. Angkat, kocok dengan mikser hingga dingin.
- Simpan di kulkas sebentar hingga dingin. Setelah dingin, campurkan bahan C, kocok dengan mikser low speed hingga tercampur rata. Jangan dikocok terlalu lama agar tidak pecah.
- Dinginkan vla, lalu semprotkan dengan plastik segitiga ke dalam kulit sus.
- Langkah akhir, siapkan DCC yang sudah dilelehkan, lalu celupkan bagian atas sus, atau ujung kiri kanan sus, lalu dinginkan.



Hmmm..... tampaknya ribet ya..... tapi sungguh sepadan hasilnya.... Ëclairs ini enaaaak banget deh.... tidak cukup satu buah.... ^_^ Dan kalau dijalani, sebetulnya tidak ribet kok.... yang penting telaten dan sabar dalam mengerjakannya. Oya, Ëclairs lebih enak dimakan dalam keadaan dingin ya....



Kalau boleh menilai jujur, Ëclairs buatan sendiri ini lebih enak daripada yang beli di bakery-bakery deh..... Tidak percaya? Coba membuatnya dan buktikan sendiri.... ^_^




Beberapa waktu sempat booming a la rainbow ya... semua serba rainbow... mulai dari cake, jajan pasar, bahkan gorengan pun dibuat rainbow....
Jujur saja saya tidak terlalu berminat dengan rainbow-rainbow-an hehehehe.... bukan karena tidak bisa, hanya saja tidak melihat sesuatu yang "lebih" dengan adanya aneka warna tersebut. Ada beberapa yang hanya warnanya saja yang rainbow, ada pula yang rasanya pun dibuat rainbow... misalnya dengan aneka rasa buah-buahan: merah - strawberry, jingga/orange - jeruk, kuning - lemon, hijau -apel, biru - vanilla atau rasa lain, ungu - anggur.

Yang ada di benak saya, makan dengan rasa yang bercampur-campur seperti itu, apa tidak aneh ya? Saya suka buah-buahan, tetapi kurang suka dengan makanan yang diberi rasa buah-buahan, apalagi susu atau teh..... bagi saya merusak rasa aslinya yang sudah nikmat...... Saya mungkin termasuk orang yang old fashion or whatever you say, lah.... lebih memilih rasa yang saya suka daripada memaksakan penampilan yang cantik tapi rasanya tidak saya sukai. Dan saya adalah orang yang lebih mengutamakan kualitas daripada penampilan semata.

Saya dan keluarga, terutama suami dan anak, ..... mereka berdua termasuk tipe yang agak pemilih dalam hal makanan. Contohnya, suami tidak suka jenis cake yang dikukus, seenak apa pun itu. Untuk rasa, yang dia sukai adalah coklat, keju, dan mocca. Pandan? Kurang suka. Kalau putri semata wayang saya, masih mau brownies kukus keju, tapi cake kukus lainnya kurang suka. Untuk cake, dia lebih suka yang butter-nya dikocok, bukan dicairkan, sebaliknya dengan suami. Untuk rerotian? Mereka berdua penggemar berat roti.... tapi mereka berdua tidak mau makan roti-roti yang diberi filling atau topping daging-dagingan. Jadi tidak ada yang suka burger atau pizza hehehe.....

Saya sendiri? Basicly, I eat anything..... hahahaha..... saya bukan tipe pemilih dalam hal makanan. I love cooking & baking, and basicly, I love eating, tapi jaraaaaang sekali saya menikmati hasil buatan saya. Kecuali beberapa jenis kue yang betul-betul saya suka, seperti lapis legit, éclairs, nastar, bubur ketan hitam, kue mochi dan beberapa yang lainnya.... Mungkin sudah kenyang dulu ya mencium baunya waktu membuat.... ^_^

Saya selalu mencicipi semua hasil baking saya, namun hanya sebagai test rasa saja. Sebagian besar apa yang saya buat lebih banyak untuk keluarga, kerabat, atau teman dekat. Saya sendiri lebih menggemari snack dan makanan yang gurih/asin, seperti gorengan hehehehe.....



Nah balik lagi ke topik rainbow.... beberapa bulan lalu sempat mencoba membeli sepotong rainbow cake seharga Rp. 20.000,- di salah satu toko es krim yang terkenal dari jaman Belanda, yang berlokasi di kota Malang. Itu pun karena putri saya penasaran, seperti apa sih rasanya rainbow cake?
Sesampai di hotel baru dimakan oleh putri saya.  Saya ikut icip-icip, hanya makan sedikit per lapisnya. Kesan saya? Ada beberapa warna yang rasanya sama. Yang terasa beda hanya sekitar 3 lapis. Teksturnya biasa saja, seperti sponge cake pada umumnya. Buttercream yang digunakan sama sekali tidak menggunakan cream cheese... hanya vanilla buttercream, itu pun dengan rasa yang sangat standar. Kesan keseluruhan? Dengan harga sekian menurut saya mengecewakan.... 

Cerita di atas pun makin membuat saya ogah-ogahan untuk meramaikan per-rainbow-an hehehehe.... terbukti bahwa cantik di luar tidak selalu enak rasanya.

Wah jadi panjang ya ceritanya..... baru akhir tahun lalu saya iseng saja membuat cake kukus rainbow ini, hanya sebagai tombo penasaran bahwa saya bisa.
Untuk resep, saat itu saya menggunakan resep Tutty Frutty-nya Ny. Liem.

Berikut resepnya:

TUTTY FRUITY 
by: Ny. Liem



Bahan I : 
600ml Putih telur
275gr gula pasir
1/4sdt garam
14gr emulsifier
1/2sdt vanili bubuk

Bahan II : ( Campur dan ayak)
300gr tepung terigu protein rendah
1sdt baking powder

Bahan III : ( Campur )
75gr margarin, cairkan
1sdt esens tutty fruity

Bahan IV :
Pewarna kuning, coklat, merah dan hijau secukupnya

Cara membuat : 

- Siapkan loyang 22x22, alasi kertas roti.
- Bahan I : kocok putih telur hingga mengembang, tambahkan gula pasir sdikit demi sdikit sambil terus di kocok.
- Tambahkan garam, emulsifier dan vanili, kocok kembali hingga mengembang dan kental (saya sampai soft peak).
- Masukkan bahan II sedikit 2 hingga rata, tuang bahan III aduk dengan spatula hingga tercampur rata
- Bagi adonan menjadi 4 bagian, masing2 beri pewarna dengan bahan IV
- Tuang satu bagian adonan berwarna ke dalam loyang, ratakan.
- Kukus selama 10 - 15 menit, hingga matang.
- Tuang kembali adonan, kukus kembali 10-15 menit.
- Lakukan hingga adonan habis.
- Angkat dan dinginkan.




Dari resep di atas, saya membagi adonan menjadi 6, dan diberi 6 macam warna.
Kue kukus ini lembut dan enak rasanya.

Yah, setidaknya tantangan sudah terlewati hehehehe.... untuk yang dipanggang, saya kurang berminat membuatnya, karena saya lebih suka cake yang rasa coklat, keju, mocca, atau pandan saja.

Bagi yang ingin membuat rainbow cake, baik yang kukus maupun panggang, bisa pakai resep sponge cake/cake kukus apa saja kok... tinggal diberi essence/pewarna sesuai keinginan....

Nah sekian dulu ya sharing rainbow-rainbow-an hari ini.... Semoga bermanfaat ....^_^



Setelah hujan semalaman, hari ini cuaca kembali cerah ceria, cenderung panas malah hehehehe.... jadi laporan cuaca nih...


Sebetulnya beberapa postingan terakhir ini ada beberapa yang praktek membuatnya sudah 1-2 tahun lalu. Waktu itu sedang dilanda penyakit malas akut hahahaha..... Tapi ada juga yang baru kok, seperti resep Peanut Butter Cake yang kemarin saya bagikan, uji coba resepnya baru hari Minggu kemarin.



Nah, hari ini kembali saya ingin berbagi resep, masih seputaran resep yang menggunakan selai kacang juga. Judul aslinya Butterpeanut Layer Chocolate Cake. Tapi kok kayaknya secara kaidah bahasa, lebih cocok namanya Chocolate Peanut Butter Cake ya....

Proses membuatnya juga mudah kok, sama seperti yang kemarin.
Yuk kita simak resepnya:


BUTTERPEANUT LAYER CHOCOLATE CAKE 

Source: majalah sedap


Bahan:
200 gram margarin
150 gr gula castor
100 gram selai kacang creamy
100 gr DCC leleh
4 butir telur
200 gr tepung
1 sdt BP
30 gr coklat bubuk larutkan dgn 75 ml susu cair hangat

Cara Membuat:
- Kocok margarin dan gula sampai lembut, masukan selai kacang
- Tambahkan DCC leleh
- Masukan telur bergantian dgn sebagian tepung sambil diayak dan dikocok rata.
- Masukan sisa tepung bergantian dgn larutan coklat bubuk.
- Oven 45 menit dgn suhu 180 derajat.



Setelah matang, cake saya belah menjadi dua bagian, dan saya beri olesan buttercream + selai kacang. Jadi rasa kacangnya lebih terasa deh....^_^

Hasilnya seperti buttercake pada umumnya, cake cenderung padat, dengan perpaduan rasa coklat dan kacang. Secara keseluruhan enak kok...
Ingin tahu rasanya seperti apa? Dicoba membuatnya dong.... ^_^



Selamat pagi semuanya...... ^_^
Pagi yang cerah mengawali bulan Desember ini....
Hari ini saya akan berbagi resep Peanut Butter Cake. Resep ini saya dapat dari milis NCC, diposting oleh ibu Fatmah beberapa minggu yang lalu, namun baru sempat uji coba hari Minggu kemarin....


Berikut resepnya:

PEANUT BUTTER CAKE 
Penulis: Fatmah Bahalwan

Bahan: 
75 gr selai kacang
75 gr margarin
½ sdt vanili
250gr gula pasir
2btr telur
200gr tepung terigu
1sdt Baking Powder
150ml susu cair

Cara membuat: 

- Campur terigu dengan baking powder, sisihkan.
- Kocok selai kacang, margarin, gula, vanili hingga mengembang dan pucat, masukkan telur, kocok lagi hingga tercampur rata dan mengembang.
- Masukkan tepung dan susu secara bergantian, sambil diaduk hingga rata.
- Tuang dalam loyang 22x10x7cm yang telah dipoles mentega dan dialasi kertas roti.
- Panggang dalam oven suhu 180'C, selama 45 menit atau hingga matang.
- Angkat, dinginkan. Potong- potong.



Hasil cakenya cukup padat, seperti buttercake pada umumnya, namun teksturnya cukup lembut. Manisnya cukup, dan rasa kacangnya cukup terasa.
Apabila ingin cakenya lebih ringan, 200g terigu bisa diganti dengan 150g terigu + 50g maizena ya.... dan jika ingin rasa kacangnya lebih mantap, selai kacangnya bisa ditambahkan 25-50g.
Untuk mempercantik, atasnya bisa ditabur dengan kacang tanah cincang.


Saya sendiri menggunakan loyang ukuran 30X10X5 cm supaya cakenya tidak terlalu tebal.
Cake yang saya buat kemarin sore ini, seperti tampak pada foto, bagian atasnya agak merekah, kemungkinan karena suhunya terlalu tinggi. Lain kali apinya lebih kecil supaya tidak sampai merekah ^_^
Oya, karena teksturnya yang cukup padat, Peanut Butter Cake ini bisa digunakan sebagai basecake untuk cupcake lho....


Secara keseluruhan, cake ini enak dan mengenyangkan. Buat saya, pagi ini menikmati satu potong saja peanut butter cake ini dengan secangkir Irish Coffee, sudah membuat perut kenyang dan siap melaksanakan aktivitas hari ini.... ^_^

Yuk mari dicoba..... ^_^

Diberdayakan oleh Blogger.